NGEA PDF Print E-mail
Written by KI BODAS   
Monday, 13 July 2009 14:02

NGEA

 


Lidah Magma Merah

Menjilat Laut tenang cerah

Mengamuklah Raksasa Uap Panas

Meniup Samudra menggelembung ke atas

Bleng! Lahirlah Tsunami yang ganas


Apakah karenanya Sriwijaya punah?

Apakah karenanya Atlantis musnah?

Walau diatur-digusur Benua-Tanah

Apakah Manusia jadi lebih Aman-Amanah?


Setelah diuji beribu Bencana

Setelah dicuci beribu Kitab Wicaksana

Manusia masih tetap Kuda tanpa Pelana

Ditunggangi Nafsunya heboh VVacana


"Oh, Manusia!" kata Malaikat Mikail:

"Jika Namamu yang Asli kupanggil

Apakah kau tersinggung merasa bugil

Namamu "Ngea", nama Asali

Itu yang kau sebut pertama kali

Sampai akhir hayat kau tetap Ngea

Karena di Hatimu, Rajanya dia

Bayi yang tak haus susu, tapi haus Kuasa

Dibanding Tsunami, cuma Air Biasa

Ngea lebih dari Tsunami yang perkasa

Gunung, Lembah, Pantai, Laut diperkosa

Jika cemas Tsunami bisa sewaktu bermunculan

Cemasi juga Ngea, bisa merusak bertahun berbulan.”


Itu sebabnya selalu ditiup-tiup

Agar nyalanya Ikhlas-Welas di Hati tidak sayup

 
Daily Quotes
"THE CURRENT: Life is like the Current, constantly moving to next destination. Flowing. Don't become a stone that sinks. The Invisiible Hand is moving the Current to a Convergence. Like salmons swimming from the oceans to the uprivers to fulfill their Missions. Teachings, Religions, Philosophies are like the salmons, except the one whch strays ending on a dinner plate.......... Flow man, flow !"

Ki Bodas

 


 

 

Random Poems
  • BIBIT API
    BIBIT API   Kutiup-tiup Bibrt Api, Bibit Api Dibalik Baju Bagus dan Rapi Walau Pake! Kemas begitu pantas Api Ikhlas-Welas tak tampak, sepintas Tapi pasti selalu ada Bibit Api itu Biar di lubang tanah atau lubang BatuApa meniupnya pakai Pembuluh Bambu? "Pakai Berdoa-Berbagi, Tulus...
  • KASIH YANG IKHLASI
    KASIH YANG IKHLASI Kasih Sayang IkhlasiWaktu Benua melepas musim panas pergi Waktu Buana memeluk musim semi kembali Waktu Induk Burung melepas anaknya pergi Untuk terbang mandiri tapi apa pulang lagi?Kasih Sayang IkhlasiSeperti ujung Jari-jemariYang mencipta, lalu sempurnakan EvolusiYang...
  • IMAN TEMPEL
    IMAN TEMPEL Iman bukan Stiker secuil Nota Ditempel lekat di jidat kita Oleh Orang Tua dan Guru tercinta Bukan juga Stiker Harga Komodita Untuk dibanding-banding Orang sekota Dia adalah Pigmen Kulit tak nyata Memberi Warna sekujur Diri merataUntuk begitu kita harus mencariTak cukup hanya...
  • SIULI
    SIULI Anda sudah mengertiKita seperti MerpatiYang hinggap di dahan JatiJati itu Jasmani, pastiRuh suci itu MerpatiDipasang Program di pohon kekar ituAgar Takut berpisah melepas Sang SekutuMaka Manusia takut Mati setiap waktuJika ingin mengerti InsanCarilah Merpati itu di sela dedaunanCoba...
  • JATUH SATU-SATU
    JATUH SATU-SATU Mulai berjatuhan satu-satuDari Regu semula sisa berapa di situ?Akhirnya Meretas Jalan SepiSendiri di Rimba tak bertepiTidak!Kita tak pernah sendiriAda Pengawal di Kanan-KiriYang hanya mengerti Bahasa WelasYang hanya meminta Langkah yang IkhlasYang hanya memandu ke Kemenangan...